Sebelum Terlambat Inilah 20 Ciri-Ciri Sukses Di Bulan Ramadhan

Posted on

Saat ini kita telah melewati pertengahan bulan Ramadhan, tentunya kita tidak ingin melewati keberkahan bulan ini dengan begitu saja.

Masih ingatkah kita akan Rasulullah SAW menghadapi datangnya bulan Ramadhan, beliau menyambutnya dengan sangat gembira laksana menyambut tamu istimewa.

Ramadhan hanya datang sekali dalam setahun, karenanya jangan biarkan Ramadhan kali ini berlalu dengan sia-sia.

Apakah kita sudah terlambat? Apa yang harus kita lakukan?

Padahal sebentar lagi bulan ini sudah mau kita lewati begitu saja.

Mari kita instropeksi diri, apakah kita sudah maksimal dalam menjalani bulan Ramadhan ini? Mumpung belum terlambat.

Kali ini saya akan mencoba menuliskan beberapa ciri-ciri yang bisa menjadi pegangan atau pedoman untuk kita instropeksi diri.

Tidak ada salahnya apabila kita mengevaluasi apa-apa yang sudah kita lewati guna melanjutkan sisa-sisa di bulan ini dengan kemenangan.

Terus apa saja yang mesti kita lakukan agar supaya ‘menang’ dalam bulan Ramadhan ini.

Berikut ini saya akan mencoba menguraikan 20 ciri-ciri sukses dalam bulan Ramadhan:

Mengobarkan rindu akan Ramadhan kembali, meluruskan niat dan memancangkan tekad untuk meraih berbagai keutamaannya.

Telah membuat rencana yang matang dalam mencapai target-target ibadah dan amal shalih Ramadhan, serta target mengikis kebiasaaan malas.

Memperlambat sahur dan mempercepat berbuka puasa.

Tidak berlebih-lebihan dalam bersahur dan berbuka puasa, serta membiasakan mengonsumsi kurma atau makanan manis lainnya.

Menunaikan zakat fitrah, harta, profesi, dan lain-lain serta banyak berinfaq dan sedekah.

Berusaha tilawatul Qur’an sampai khatam (selesai) serta berusaha menghapal dan mentadabburinya.

Tingkatkan pemahaman agama dengan membaca berbagai tulisan dan buku tentang Islam, khususnya tentang puasa, bagi dari segi fiqih maupun maknawiyahnya.

Meningkatkan disiplin dan muraqabatullah yaitu perasaan bahwa Allah SWT mengawasi kita.

Hidupkan malam dengan shalat tarawih atau qiyamullail dan targetkan harus bisa penuh 30 malam.

Menjauhkan diri dari sebab-sebab yang dapat mendekatkan diri pada kemaksiatan seperti perilaku, pergaulan, bacaan, tontonan dan konsumsi yang sia-sia untuk selama-lamanya.

Memberikan makanan berbuka kepada orang-orang yang melakukan puasa, terutama bagi mereka yang kesulitan, seperti fakir miskin dan orang yang berada dalam perjalanan.

Banyak berzikir, minta ampun dan berdoa pada setiap kesempatan (boleh duduk, berdiri, dan berbaring)

Memberikan skala prioritas terhadap segala aktivitas yang dapat mendekatkan diri pada Allah SWT.

Memperbanyak aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan amal sosial bagi kaum dhuafa serta kegiatan dakwah.

Berusaha untuk saling menjaga hati, lisan dan sikap untuk menyempurnakan puasa serta menjaga pandangan. Bagi wanita yang belum menutup aurat harus memulai menutup aurat untuk seterusnya.

Berusaha keras untuk bisa menjalankan I’tikaf (berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri pada Allah dan menyempurnakan amal ibadah kita) pada 10 malam terakhir dengan tekad meraih lailatul qadar dan memperbaiki diri.

Menghindari amalan yang bid’ah di bulan Ramadhan.

Memperhatikan dan berusaha mempraktikan betul rambu-rambu Ramadhan, seperti hal-hal yang makruh dan haram.

Menyambung Ramadhan dengan melakukan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal.

Tidak berlebih-lebihan dalam menyambut idul fitri dengan berbangga-bangga dalam hal makanan, pakaian, atau hal duniawi lainnya.

Itulah beberapa ciri-ciri sukses dalam bulan Ramadhan. Semoga kita masih bisa diberi kesempatan untuk memperbaiki hari-hari Ramadhan yang telah lewat.

Insya Allah pada tulisan selanjutnya, saya akan menuliskan bagaimanakah dengan 20 ciri gagal dalam bulan Ramadhan.

Apabila bermanfaat, boleh di share kepada yang lain. Marilah kita meraih kemuliaan bersama di bulan Ramadhan ini.