Jangan Sampai Menyesal Berikut Ini 20 Ciri Gagal Dalam Bulan Ramadhan

Posted on

Pada tulisan sebelumnya saya telah menguraikan bagaimanakah 20 ciri-ciri sukses dalam bulan Ramadhan.

Nah kali ini saya akan membahas yang sebaliknya.

Aktifitas di bulan Ramadhan sebagai sebuah medan training atau pendidikan diri, tentu mempunyai indikator keberhasilan.

Terus bagaimanakah kita dapat mengukurnya?

Yang paling mudah yaitu dengan melihat ciri-ciri kegagalannya dan semoga kita masih bisa memperbaikinya di sisa-sisa bulan Ramadhan ini.

Kemudian apa saja ciri-ciri orang yang gagal di bulan Ramadhan ini, berikut uraiannya:

✅ Sejak awal atau jauh hari sebelum Ramadhan, tidak ada yang namanya mempersiapkan diri semaksimal mungkin.

Persiapan diri yang dimaksud itu apa?

Yaitu meliputi, pertama, persiapan hati dengan kerinduan dan kegembiraan menyambut kedatangannya serta dengan berdoa agar bisa dipanjangkan umur sampai Ramadhan selanjutnya.

Kedua, persiapan keilmuan dengan menguasai ilmu dan hakikat Ramadhan.

Ketiga, persiapan fisik dengan menjaga kesehatan dan membiasakan tubuh berpuasa sunnah di bulan Sya’ban.

Keempat, persiapan logistic dengan menyiapkan bekal untuk sedekah.

Dan kelima, kondisikan lingkungan.

✅ Gampang banget mengulur sholat fardhu.

Sa’id bin Musayyab mengelompokkan orang yang tak segera mendirikan shalat tepat pada waktunya ke dalam tarkush shalah (meninggalkan sholat).

Orang yang berpuasa Ramadhan sangat disiplin menjaga waktu sholat, karena nilainya setara dengan 70 kali shalat fardhu di bulan lain.

✅ Malas menjalankan ibadah-ibadah sunnah.

Termasuk di dalamnya menjalankan ibadah sholatul lail.

Hadist Qudsi mengatakan, “Dan hambaKu masih mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah, sampai Aku mencintainya.”

✅ Kikir dan rakus pada harta benda.

Takut rugi jika mengeluarkan banyak infaq dan sedekah adalah tanda gagal Ramadhan.

Sebab, salah satu sasaran utama shiyam adalah membuat manusia mampu mengendalikan sifat rakus pada makan minum maupun pada harta benda.

✅ Malas membaca Al-Qur’an

Ramadhan juga disebut syahrul Qur’an. Orang-orang shalih di masa lalu menghabiskan waktunya siang dan malam Ramadhan untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an.

✅ Gampang banget mengumbar amarah

Ramadhan adalah bulan kekuatan. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang kuat bukanlah orang yang selalu menang ketika berkelahi. Tapi orang yang kuat adalah orang yang bisa menguasai diri ketika marah.”

✅ Senang sekali bicara sia-sia dan dusta

Umar bin Khattab RA berkata, “Puasa ini bukanlah hanya menahan diri dari makan dan minum saja, akan tetapi juga dari dusta, dari perbuatan yang salah dan tutur kata yang sia-sia.”

✅ Memutuskan tali silaturrahim

Ketika menyambut datangnya Ramadhan, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menyambung tali persaudaraan (silaturrahim) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmatNya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmatNya pada hari ia berjumpa denganNya.”

✅ Menyia-nyiakan waktu

Termasuk gagal Ramadhan adalah lalai atas karunia waktu dengan melakukan perbuatan sia-sia, kemaksiatan, dan hura-hura.

Disiplin waktu selama Ramadhan semestinya membekas kuat dalam bentuk cinta ketertiban dan keteraturan.

✅ Labil dalam menjalani hidup

Labil alias gamang, khawatir, risau, resah serta gelisah dalam menjalani hidup adalah tanda gagal Ramadhan.

Bila seseorang meraih berkah bulan suci ini, jiwanya mantap, hatinya tenteram, perasaannya tenang dalam menghadapi apapun.

✅ Tidak bersemangat mensyiarkan Islam

Salah satu ciri utama alumni Ramadhan yang berhasil ialah ketaqwaannya semakin kuat. Salah satu wujudnya adalah semangat mensyiarkan Islam.

✅ Khianat terhadap amanah

Shiyam (puasa) adalah amanah Allah SWT yang harus dipelihara (dikerjakan) dan selanjutnya dipertanggungjawabkan di hadapanNya kelak.

Orang yang terbiasa memenuhi amanah dalam ibadah sir (rahasia) tentu akan lebih menepati amanahnya terhadap orang lain, baik yang bersifat rahasia maupun nyata.

✅ Rendah motivasi hidup berjamaah

Ramadhan seharusnya menguatkan motivasi untuk hidup berjamaah.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam satu barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaf: 4)

✅ Tinggi ketergantungannya pada makhluk

Hawa nafsu dan syahwat merupakan pintu utama ketergantungan manusia pada sesama makhluk.

Jika jiwa seseorang berhasil merdeka dari kedua mitra setan itu setelah Ramadhan, maka yang mengendalikan dirinya adalah fikrah dan akhlaq.

✅ Malas membela dan menegakkan kebenaran

Ramadhan adalah bulan dakwah dan jihad. Maka, di tengah gelombang kebatilan dan kemungkaran yang semakin merajalela saat ini, para jebolan akademi Ramadhan seharusnya semakin gigih membela dan menegakkan kebenaran.

✅ Tidak mencintai kaum dhuafa

Ramadhan adalah bulan kasih sayang. Karena itu, rasa cinta kita terhadap orang-orang yang paling lemah di kalangan masyarakat seharusnya bertambah.

✅ Salah dalam memaknai akhir Ramadhan

Khalifah Umar bin Abdul Aziz memerintahkan seluruh rakyatnya supaya mengakhiri puasa dengan memperbanyak istighfar dan memberikan sedekah, karena istighfar dan sedekah dapat menambal yang robek-robek dari puasa.

✅ Terlalu sibuk mempersiapkan lebaran, sementara I’tikaf diabaikan

Banyak yang lupa bahwa 10 malam terakhir merupakan saat-saat genting yang menentukan nilai akhir kita di mata Allah SWT dalam bulan berkah ini. Jadi fokuslah ke sini, tidak kepada urusan dunia.

✅ Menganggap dan menjalani Idul Fitri sebagai hari kebebasan berbuat jahiliyah lagi

Makna idul fitri antara lain berarti ‘kembali ke fitrah’. Namun kebanyakan orang memandangnya sebagai hari dibebaskannya mereka dari ‘penjara’ Ramadhan.

Akibatnya, hanya beberapa saat setelah Ramadhan pergi, ucapan dan tindakannya kembali jahiliyah.

✅ Tidak mengalami peningkatan keharmonisan dalam keluarga

Berbagai ibadah di bulan Ramadhan adalah sarana yang sangat tepat untuk membangun keharmonisan dalam keluarga. Jangan biarkan keluarga kita tidak berhasil meraihnya.

Itulah beberapa ciri-ciri gagal dalam bulan Ramadhan.

Semoga kita masih bisa senantiasa memperbaiki apa-apa yang kurang dan mengejar ketertinggalan kita di bulan Ramadhan ini.

Silahkan di share untuk saling ingat-mengingatkan, dan marilah kita meraih kemuliaan bersama di bulan suci Ramadhan ini.